3 Tipe Asuransi yang Wajib Kamu Miliki

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Hingga saat ini, asuransi masih sering dianggap sebelah mata oleh masyarakat Indonesia. Meski sifatnya melindungi berbagai risiko keuangan yang mengintai pribadi dan keluarga, masih banyak masyarakat kita yang belum memahami pentingnya kegunaan asuransi. Kesadaran masyarakat kita akan pengertian dan jenis-jenis asuransi sendiri masih sangat minim.

Tipe asuransi dikelompokkan sesuai dengan risiko yang ditanggung sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Hal ini sebagai antisipasi potensi kerugian perusahaan asuransi, dan sebagai penetapan tingkat premi yang sesuai dengan tipe asuransi.

Apa saja tipe asuransi di Indonesia? Berikut ulasannya:

1. Asuransi Jiwa

Ini adalah tipe asuransi pertama yang kamu prioritaskan. Asuransi satu ini sangat penting bagi kepala keluarga yang mencari nafkah keluarga. Bisa suami atau istri, tergantung siapa pencari nafkah utamanya. Tipe asuransi jiwa hanya diikuti satu orang, dengan uang pertanggungan yang akan dinikmati ahli waris (istri dan anak-anak) jika pencari nafkah meninggal.

Asuransi jiwa merupakan macam asuransi yang bisa dibeli atas kepentingan sendiri (mengatasnamakan tertanggung saja) atau bisa juga untuk kepentingan orang ketiga. Seperti halnya orang tua yang mengasuransikan diri terhadap pasangannya, atau pada keluarga kecilnya termasuk anaknya.

2. Asuransi Kesehatan

Selanjutnya asuransi kesehatan menjadi prioritas kedua untuk mengurangi risiko jika keluarga dan anak dalam keadaan sakit, terutama sakit keras seperti jantung, diabetes, dan lain-lain

Perlindungan yang diberikan pada tipe asuransi ini, akan lebih menjamin kesehatan tertanggung dengan mengklaim biaya atas segala pengobatannya saat jatuh sakit. Asuransi ini termasuk macam asuransi di Indonesia yang dapat dibeli untuk kepentingan pembeli premi saja ataupun orang ketiga.

Kesehatan merupakan salah satu kunci terpenting dalam menjalankan berbagai aspek usaha, hal ini menjadi keutamaan asuransi kesehatan. Seringkali biaya kesehatan tidak menjadi prioritas utama dan dialokasikan sebagai pengeluaran yang tak terduga.

3. Asuransi Pendidikan

Pendidikan merupakan kunci untuk masa depan yang lebih terjamin, terutama untuk pendidikan anak. Pentingnya tingkat pendidikan yang akan dipertimbangkan, juga ikut menentukan premi asuransi yang diambil pada setiap perusahaan asuransi. Lemahnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor tingginya biaya pendidikan terhadap mata uang asing, seiring dengan pertumbuhan anak yang bisa dibilang merupakan investasi seumur hidup. Tak heran, macam asuransi ini atau disebut sebagai education insurance menjadi pilihan asuransi yang diprioritaskan oleh para orang tua.

5 Tips Untuk Mengatur Gaji Bulanan

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Tidak sedikit orang yang merasa kurang dengan gaji yang mereka peroleh, bahkan ketika sudah mendapatkan gaji dengan nominal yang cukup besar. Kebutuhan semakin meningkat dan akhirnya gaji hanya lewat begitu saja.

Banyak orang yang masih menyepelekan masa depan finansial, bahkan beranggapan jika mendapat gaji bulanan maka keuangan masih aman tanpa harus mengatur gaji.

Selain itu, masih banyak juga yang mengalami kasus, jika makin besar pendapatan justru semakin sulit untuk menabung. Bahkan sama saja ketika menerima gaji pas-pasan, sering berhutang karena uang habis sebelum tanggal gajian tiba.

Berikut ini adalah kiat mengatur gaji dengan bijak yang bisa Anda praktikkan 

1. Siapkan Anggaran

Buatlah anggaran di awal bulan. Anggaran tersebut meliputi anggaran primer dan anggaran  sekunder. Anggaran primer merupakan kebutuhan penting seperti biaya makan, transport, dan parkir. Sedangkan anggran kebutuhan sekunder meliputi kebutuhan dadakan seperti servis motor, liburan dan membeli pakaian. Membagi dengan cara tersebut kamu bisa mengatur gaji lebih efisien karena sudah terencana dengan baik.

2. Membayar Hutang/Cicilan

Poin kedua ini adalah hal yang paling penting saat mengatur gaji. Jangan sekali-sekali menunda cicilan atau hutang yang anda punya. Sebaiknya, kita harus menjauhkan diri dari hutang atau cicilan ini. Berhutanglah jika Anda benar-benar memiliki hal mendesak untuk segera dibayarkan.

3. Membuat 2 Rekening

Siasati gaji Anda dengan membuat dua rekening tabungan.
Satu rekening digunakan khusus untuk pengeluaran yang sudah dianggarkan dan satu lagi untuk rekening tabungan. Mau sesedikit apapun, kita harus tetap mengusahakan untuk menabung.

4. Membandingkan Anggaran dengan Kenyataan

Nah, ini saatnya kita membandingkan anggaran yang sudah kita buat dengan kenyataan yang ada. Karena dari kenyataan ini kita bisa mengerti di bagian mana kita mengeluarkan terlalu banyak uang. Hal ini bisa membuat kita lebih cermat dalam mengatur gaji bulanan kita. Anda bisa mulai mengatur ulang anggaran sesuai dengan kenyataan.

5. Belanja Sesuai Kebutuhan

Untuk beberapa orang ini merupakan hal yang cukup sulit. Khususnya yang tinggal di kota besar, banyak hal yang memanjakan mata dan pastinya menggoda untuk dibeli. Bukan berarti shopping itu salah, tapi belanja lah sesuai kebutuhan dan jangan sampai melebihi anggaran yang telah Anda buat. Beli lah sesuatu yang berguna untuk Anda.

Lakukan 3 Hal Ini Ketika Anda Akan Pensiun Dini !

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Apakah Anda berniat untuk pensiun dini sebagai pengusaha? Anda perlu melakukan persiapan finansial dari sekarang. Ada beberapa persiapan finansial pascapensiun yang harus Anda pikirkan dan siapkan sebelum memutuskan untuk berhenti dari dunia kerja.

Sebelum pensiun, Anda harus meyakinkan diri dan keluarga Anda (jika yang sudah berkeluarga). Bicarakan terlebih dahulu mengenai keputusan Anda kepada mereka. Pasalnya, akan ada yang berubah dari segi keuangan setelah pensiun dini.

Namun, ternyata pensiun dini bukan berarti Anda tidak bisa menghasilkan uang lagi untuk keperluan hidup lho. Anda dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri setelah pensiun dini dengan cara berikut:

1. Kontrol pengeluaran Anda

Ini mungkin salah satu saran yang sering Anda dengar dan sepertinya solusi yang jelas untuk pensiun dini. Semakin sedikit Anda berbelanja, semakin banyak uang yang dapat Anda investasikan atau tabung. Selain itu, Anda bakal mulai terbiasa dengan gaya hidup yang jauh lebih terjangkau, membuatnya lebih mudah dicocokkan ketika Anda berhenti menjadi pengusaha.

2. Hemat dengan cara yang pintar

Setelah memotong pengeluaran, Anda memiliki lebih banyak uang. Masukkan uang tersebut ke dalam rekening tabungan berbunga tinggi dan Anda dapat mengontrol pengeluarannya.

Begini cara kerjanya: Jika Anda menghemat 1 persen dari penghasilan Anda, Anda perlu waktu sekitar 99 tahun untuk memiliki cukup tabungan untuk membayar biaya satu tahun. Namun, menabung 10 persen dari penghasilan akan membawa Anda sembilan tahun, sedangkan menabung 50 persen hanya akan membawa Anda satu tahun. Jadi, simpan sebanyak mungkin yang Anda bisa untuk mencapai titik di mana anda bisa melakukan pensiun dini.

3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berpikiran sama

Jika teman-teman Anda senang keluar, menghabiskan uang, dan membeli barang-barang yang cukup mahal, kemungkinan besar Anda akan terbawa ke dalam gaya hidup itu juga.

Jadi, pilihlah teman dengan bijak, dan teman Anda akan membantu upaya Anda untuk mempersiapkan kebebasan finansial, bukan menghalangi Anda. Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan Anda dan memiliki tujuan yang sama akan sangat membantu Anda tetap pada jalan menuju kebebasan finansial.

3 Cara Membayar Tagihan Tanpa Denda

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Selama liburan lalu, Anda telah cukup memakai kartu kredit kesayangan untuk memenuhi berbagai macam keperluan liburan, seperti tiket pesawat dan membayar hotel. 

Namun, memiliki kartu kredit bukan berarti Anda bisa jor-joran belanja atau memakainya sesuka hati. Anda harus mengetahui sejumlah aturan main agar bisa menghindari denda. Agar terhindar dari bunga dan denda, pastikan Anda memiliki dana untuk membayar penuh tagihan sebelum tanggalnya.

Sayangnya kadang pemegang kartu lupa, apalagi pemegang pemula, karena masih mengalami euphoria dengan kartu yang dimiliki. Berikut ini adalah empat cara jitu agar Anda dapat menghindari denda :

1.Catat tanggal penagihan kartu kredit

Biasanya setiap bank telah menentukan tanggal jatuh tempo 15 hari setelah tanggal cetak transaksi. Untuk menghindari denda, Anda harus melakukan pembayaran sebelum tanggal yang telah ditentukan. Pembayaran yang dilakukan setelah jatuh tempo akan dikenakan denda keterlambatan. Perlu diketahui membayar tagihan pada saat-saat terakhir, akan sangat berisiko dan membuat Anda tidak tenang, terutama bila Anda juga memiliki sejumlah kesibukan yang cukup padat sepanjang hari. Untuk itu, selalu hindari membayar tagihan tepat pada tanggalnya. Coba bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus Anda kerjakan secara mendadak dan membuat Anda tidak sempat untuk membayar tagihan tersebut, maka bisa dipastikan sejumlah denda keterlambatan akan menghiasi tagihan Anda di bulan depan. Pastikan tidak pernah menunggu tanggal pembayaran, bayar sesegera mungkin setelah tanggal cetak tiba dan Anda mengetahui jumlah tagihanmu.

2.Pastikan jumlahnya tepat

Jangan membayar tagihan dengan buru-buru atau tergesa-gesa, karena hal ini akan berisiko menimbulkan sejumlah ketidak telitian dalam pembayaran. Terutama jika Anda membayarnya melalui mesin ATM yang memiliki antrean cukup panjang. Lakukan pembayaran dengan rileks. Pastikan semua tagihan terbayarkan, bahkan hingga nominal terkecil sekalipun karena bank tetap akan mengenakan bunga jika Anda meninggalkan satu rupiah tagihan di dalam kartu Anda.

3.Buat jadwal pembayaran

Ingat bikin jadwal kegiatan saat Anda sekolah dan kuliah? Strategi membuat jadwal ini bisa Anda praktikkan. Ada baiknya Anda melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk disiplin dan tersistem dalam melakukan pembayaran seperti membayar tagihan listrik dan air setiap bulannya. Tentukan tanggal yang tepat dan berselang beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo, lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya. Cara ini perlu dilakukan jika  sedang memiliki tagihan rutin seperti cicilan 0 persen. Sangat mudah dilakukan dan Anda tidak akan keteteran saat akan membayar tagihan setiap bulannya. 

5 Penyebab Hutang yang Harus Diwaspadai

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Hutang memang bukan suatu hal yang baik jika dimiliki. Namun tetap saja, dalam keadaan terdesak, sering kali hutang merupakan satu-satunya solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan.

Akan tetapi, di samping memenuhi kebutuhan hidup, ada juga yang bukan disebabkan oleh keterpaksaan.

Karena itu, ada baiknya Anda mengetahui lebih dulu apa saja penyebab hutang yang paling sering dialami. Di antaranya adalah:

#1 Tidak Memiliki Dana Cadangan

Saat suatu hal yang tidak diduga terjadi seperti kecelakaan, sebenarnya Anda bisa menggunakan dana darurat untuk mengantisipasi hal tersebut.

Namun, jika Anda termasuk tipe yang tidak memiliki dana cadangan, mau tidak mau Anda harus mencari hutang untuk menghadapi hal tersebut. Penyebab hutang ini biasanya dialami oleh orang-orang yang belum melek secara finansial.

#2 Menyukai Pembayaran Kredit

Banyak ibu rumah tangga yang menyukai pembayaran dengan kartu kredit. Dengan adanya kartu kredit, siapa saja bisa melakukan pembayaran kredit.

Padahal meskipun sepertinya terlihat lebih murah karena bisa dicicil, pembayaran kredit bisa memberikan kerugian dalam jangka panjang. Tak heran hal ini menjadi salah satu penyebab hutang.

Misalnya kesulitan mengontrol jumlah transaksi, penumpukan hutang bila tagihan awal tidak segera dilunasi, dan juga bunga kredit yang terus berjalan bersama dengan dendanya selama belum dilunasi.

#3 Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif bisa menjadi suatu hal penyebab hutang. Jika suatu barang belum mampu Anda beli, sebaiknya Anda menunda pembeliannya sampai Anda beanr-benar mampu membelinya.

Jangan membeli sesuatu hanya untuk mengejar gengsi dan gaya hidup saja.

#4 Punya Sifat Tidak Enakan

Rasa tidak enak untuk menolak ajakan teman juga bisa menjadi penyebab hutang juga. Padahal, meskipun Anda telah memaksakan diri untuk mengikuti ajakan teman, tetap saja Anda akan merasa tidak enak karena kebingungan dengan hutang harus Anda bayar nantinya.

#5 Tertimpa Musibah

Adanya musibah bencana alam atau kebakaran dapat memberikan banyak kerugian. Seperti kehilangan harta benda, anggota keluarga, nyawa, dan lain-lainnya

#6 Bisnis Jatuh

Membangun bisnis tidak mungkin bisa dilakukan dalam satu malam saja. Ada banyak usaha dan dana yang harus mereka keluarkan. Karena itu, sangat dimaklumi jika seorang pengusaha pun juga memiliki hutang dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini menjadi penyebab yang sangat wajar bagi bisnis.

3 Cara Cepat Melunasi Hutang

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Hutang bisa dibilang adalah suatu hal yang hampir dimiliki oleh setiap orang. Akan tetapi, jika tidak segera dilunasi, hutang kecil sekalipun dapat menyebabkan masalah yang cukup besar. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk melunasi hutang ?

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti tidak asing dengan kata utang. Mungkin hampir semua orang pernah berutang karena suatu alasan. Tidak masalah berutang asalkan sanggup membayar sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Cara cepat melunasi hutang dalam 1 hari sebenarnya bisa saja jika hutang yang Anda miliki terbilang tidak terlalu besar.  Jika Anda memang ingin melunasinya dalam waktu 1 hari, Anda bisa menjual atau menggadaikan barang yang Anda miliki demi membayar hutang. Misalnya barang-barang seperti emas, handphone,perhiasan, atau bahkan rumah Anda. Tentu saja cara ini berisiko, tapi jika memang benar-benar mendesak, tidak ada salahnya mempertimbangkan hal ini sebagai salah satu solusinya. Apabila cukup besar maka anda perlu menambah waktunya.

Jika hutang terlalu besar, maka Anda perlu menerapkan strategi untuk mengurangi hutang Anda sedikit demi sedikit terlebih dulu, misalnya dengan beberapa cara berikut ini:

#1 Buat Anggaran

Demi melunasi hutang, Anda perlu membuat anggaran yang sangat jelas. Tentukan berapa penghasilan dan pengeluaran bulanan Anda dan cek kategori setiap pengeluaran.

Lalu, buatlah perkiraan kategori mana saja yang bisa Anda pangkas dan alihkan untuk membayar hutang. Dengan demikian Anda sudah mempersiapkan dana untuk melunasinya sebelum membeli kebutuhan-kebutuhan lainnya.

#2 Lunasi Hutang yang Paling Besar Terlebih Dahulu

Semakin lama Anda melunasi hutang, maka akan semakin besar juga bunga yang harus dibayarkan. Karena itu, pilihlah hutang yang paling besar terlebih dahulu, dan segera lunasi hutangnya.

Akan tetapi, jika memang dana Anda hanya cukup membayar hutang kecil, tidak masalah juga. Yang terpenting adalah bagaimana mengurangi hutang Anda dan meringankan beban finansial yang Anda punya.

#3 Ubah Kebiasaan

Gaya hidup dapat menjadi sumber hutang bagi kebanyakan orang. Keasyikan menggunakan kartu kredit tanpa memantau pengeluaran juga bisa menyebabkan masalah yang cukup besar. Karena itu, untuk bisa segera melunasi hutang, pastikan Anda mengurangi dan mengubah kebiasaan konsumtif Anda. Sebagai contoh, Anda bisa memulai dengan mengurangi konsumsi makanan di restoran mahal dan beralih ke warteg untuk penghematan.

5 Tips Cepat Membayar hutang

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Ada kalanya di saat kita terdesak dan membutuhkan uang, berhutang adalah salah satu jalan keluarnya. Persoalan yang kerap kali terjadi adalah kita susah untuk membayar hutang kita tersebut.

Di kehidupan sehari-hari, pasti tidak asing dengan kata hutang. Mungkin hampir semua orang pernah berutang karena alas an tertentu. Sebenarnya, tidak masalah berhutang asalkan sanggup membayar sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Sayangnya, tak sedikit orang yang berutang namun tak mampu membayar sesuai ketentuannya. Bahkan, ada yang harus berutang lagi untuk menutupi utang sebelumnya.

Ada banyak cara dan strategi yang bisa digunakan untuk melunasi utang dengan cepat. Berikut lima tips yang bisa kamu terapkan :

1. Menyusun daftar utang

Sebelum melakukan langkah-langkah untuk membayar hutang, sebaiknya Anda menyusun daftar seluruh utang yang ada. Tulis semuanya dengan susunan sesuai dengan prioritas untuk dilunasi. Termasuk, besaran suku bunganya.

2. Menetapkan skala prioritas pembayaran

Pastinya, bayar terlebih dahulu hutang dengan jumlah kecil. Setelah itu, lunasi lah hutang dengan suku bunga yang paling tinggi. Kemudian, pilih suku bunga yang terbilang cukup rendah. Untuk hutang yang besar, buatlah cicilan dengan bunga stabil.

3. Tidak menyelesaikan utang dengan berhutang

Jika sedang giat membayar hutang, sebaiknya jangan membuat hutang baru. Terlebih lagi bagi mereka yang gemar belanja dengan menggunakan kartu kredit. Sebaiknya selesaikan dulu hutang yang wajib dibayar. Jangan sampai menerapkan pola atau gaya hidup gali lubang tutup lubang untuk menyelesaikan hutang.

4. Mencicil dengan nominal kecil secara periodik

Boleh saja mencicil hutang dengan angka yang kecil, tapi dilakukan sesuai periode yang telah ditentukan. Daripada membayar hutang langsung banyak, tapi tidak realistis, hal ini bisa menjadi percuma. Bahkan, berpeluang untuk memunculkan masalah baru yang lebih rumit. Tak ada bedanya dengan gaya hidup gali lubang tutup lubang.

5. Tidak menggunakan kartu kredit

Kartu kredit bisa diibaratkan dua mata pisau berbeda. Di satu sisi, kartu ini bisa menguntungkan. Apalagi saat keadaan memang benar-benar dalam keadaan darurat. Namun, di sisi lainnya, jika tidak pandai memakai kartu sakti ini, akan menjadi bumerang lagi bagi diri sendiri. Ada baiknya anda harus bijak dalam menggunakan kartu ini.