4 Cara Optimalkan Uang Receh agar Lebih Bermanfaat

uang-online
Uang Online

Uang kecil kerap dipandang sebelah mata. Apalagi sekarang sudah muncul uang online. Ngaku deh, di antara kamu pasti pernah ada yang merasa malu belanja pakai uang recehan. Apalagi kalau belanjanya di minimarket.

Nah, jika uang kecil bikin kantong menggembung, apa yang kamu lakukan? Ternyata, uang ini bisa punya manfaat lebih.

Mau tahu bagaimana caranya? Simak 4 cara optimalkan uang receh

1. Ditabung di celengan

Masih musim ya menabung di celengan kalau sudah gede? Hak nabung di celengan itu bukan cuma ranahnya anak kecil doang, lho. Setiap kali kamu dapat uang kembalian belanja, langsung saja kamu celengin untuk optimalkan uang receh

Beberapa waktu lalu muncul berita viral menunjukkan seorang kakek 90 tahun asal Klaten menabung recehan hingga belasan juta hasil dari pekerjaan serabutannya.

Uniknya, saking banyaknya recehan yang disimpan si kakek, warga pun berbondong-bondong membantu menghitung uang tersebut. Lalu ada beberapa kisah orang yang berhasil membeli kendaraan hasil optimalkan uang receh. Jadi, jangan ragu nabung ya, guys.

2. Buat sedekah

Recehan juga bisa kamu sedekahkan. Hitung-hitung menambah timbangan pahala dan membantu sesama. Kamu bisa sedekahkan langsung ke orang yang membutuhkan atau kamu masukkan ke kotak amal di masjid atau tempat lain.

Recehan yang mungkin kamu anggap kurang berbobot secara nominal, bisa jadi rezeki yang luar biasa bagi pihak membutuhkan.

3. Ditukar ke pedagang di warung

Tak hanya kasir minimarket yang butuh uang kecil sebagai uang kembali buat pembeli, toko kelontong dekat rumahmu juga butuh, lho.

Apalagi kalau toko kelontong kerap dihampiri pengamen, bisa bermanfaat juga buat ngasih pengamennya.

Nah, kalau kamu punya banyak recehan, coba tukarkan ke pedagang toko kelontong. Si pedagang pasti dengan senang hati menerimanya.

4. Bayar Parkir

Recehan juga bermanfaat banget untuk bayar parkir. Kejadian yang kerap terjadi, kalau pak parkir dikasih uang bernominal besar, kadang agak lama atau bahkan ada yang ngedumel waktu ngasih kembalian ke kamu.

Alasannya bikin ribet. Memang sih, kalau pakai uang pas bisa mempercepat keluar dari parkiran. Dengan begitu, tugas pak parkir juga bisa segera bantuin orang yang parkir lainnya.

Rencana Pensiun? Ini 3 Jurus Mempersiapkannya

uang-online
Uang Online

Terkadang kata ‘pensiun’ menjadi hal yang menakutkan bagi para pekerja. Ini karena belum siapnya mereka untuk menghadapi situasi ini.

Seharusnya, pensiun menjadi sesuatu yang membahagiakan karena di saat seperti itulah Anda dapat benar-benar beristirahat dari kejamnya dunia kerja dan tidak memikirkan tumpukan tugas serta target yang harus dilampaui.

Namun bagi orang yang belum mempersiapkan hal tersebut dengan baik, maka mereka patut takut dan cemas karena jika pada saat itu Anda tidak akan mendapatkan lagi tunjangan tinggi per bulannya. Ditambah lagi Anda belum memilki rencana pensiun.

Tidak perlu khawatir masih ada cukup waktu bagi Anda untuk mempersiapkannya, mau tau langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mempersiapkan rencana pensiun Anda? Berikut merupakan 3 tipsnya:

1. Membeli properti

Mulailah memikirkan untuk memiliki properti sejak dini karena aset ini lah yang tiap tahun nilainya akan selalu naik. Memiliki aset  properti selagi kerja akan tidak terasa begitu sulit karena Anda masih memiliki penghasilan untuk menutupi biaya angsuran tiap bulannya. Rencana pensiun ini sebaiknya Anda lakukan bila keuangan Anda mampu menanganinya.

2. Memiliki Deposito

Jika Anda sudah menabungkan uang untuk tabungan pensiun, dan tidak ingin mengganggu tabungan tersebut maka ada baiknya tabungan tersebut Anda depositokan saja.

Dengan deposito Anda dapat menabung dengan aman dan pada waktu yang telah ditentukan Anda mendapatkan suku bunga tertentu. Deposito biasanya memiliki bunga yang jauh lebih besar daripada tabungan biasa. Maka dari itu tabungan ini sangat cocok untuk rencana pensiun Anda.

3. Mulailah untuk Berbisnis Online

Jika Anda sudah mau mendekati masa pensiun, maka mulailah untuk berpikir dan membuat bisnis online. Jika bisnis sudah sukses sebelum Anda pensiun maka hal ini akan membantu keuangan Anda saat ini.

Mulailah dengan bisnis yang sederhan misal menjual pakaian atau makanan serta kue-kue lucu yang selalu menjadi incaran pembeli. Tidak hanya itu saja, saat masa pensiun tiba Anda tidak perlu memusingkan untuk mendapatkan uang dari mana lagi.

Mau Kaya saat Pensiun? Catat 2 Hal Ini 

uang-online
Uang Online

Mungkin memikirkan hari pensiun masih terlalu dini bagi sebagian orang terutama generasi milenial. Namun ternyata, hal ini cukup penting tuk dilakukan karena jika Anda terus merasa muda dan acuh terhadap hari pensiun, nantinya hidup Anda di masa pensiun akan terasa begitu menyulitkan.

Anda tidak mau ini terjadi bukan? Untuk itu, berikut ada dua hal penting yang harus dipersiapkan terutama oleh generasi milenial jika ingin masa pensiunnya tetap hidup makmur. Mau tahu apa saja?

Berikut adalah 2 hal yang harus diperhatikan generasi milenial jika ingin kaya saat pensiun :

1. Lunasi Setiap Utang yang Anda Miliki

Jika Anda saat ini masih memiliki banyak tagihan kredit atau utang maka segeralah untuk melunasinya selagi Anda masih muda dan memiliki banyak waktu.

Jangan berleha-leha, jangan berpikir ‘Saya masih muda, nanti saja utangnya saya lunasi’. Jangan pernah berpikir seperti ini. Buang segera pemahaman ini. Semakin cepat Anda melunasi utang, maka semakin tenang hari Anda waktu pensiun.

Pasalnya hutang akan membuat anda tersiksa di masa tua. Apalagi jika hutang yang Anda miliki bisa berbunga. Tentunya akan menguras keuangan Anda nantinya.

2. Mulailah untuk Berinvestasi

Jangan jadikan umur sebagai patokan Anda untuk mulai berinvestasi. Belajarlah sedikit demi sedikit untuk mengetahui dunia investasi. Jangan takut juga untuk mencoba. Tak ada ruginya mencoba gagal berinvestasi saat masih muda daripada menunggu saat tua dimana Anda tidak bisa lagi menghasilkan uang.

Jangan menunggu memiliki uang banyak untuk memulai investasi karena ini sama saja kesalahan besar yang seharusnya dihindari.

Coba mulai sisihkan uang 1 hingga 5 persen dari pendapatan Anda untuk berinvestasi dan angka ini akan berubah menjadi 10 hingga 20 persen.

Pelajari dan cari tahu investasi apa yang terbaik. Lalu segeralah memilih untuk berinvestasi, karena semakin cepat berinvestasi maka semakin baik pula hidup Anda ke depannya. Melakukan hal ini tentu akan membuat anda kaya saat pensiun.

Itulah dua hal yang harus kamu ketahui supaya kaya saat pensiun. Terapkan dua hal tersebut semoga hidup Anda di waktu tua lebih mudah.

Mau Jadi Pahlawan Finansial? Ikuti Cara Menabung Ini

uang-online
Uang Online

Dengan menjadi seorang pahlawan finansial, Anda dapat memenuhi kebutuhan Anda, keluarga hingga orang-orang di sekitar Anda. Bisa tercapai kok, sepanjang Anda bisa mengelola penghasilan dengan baik. Selain menabung, tentu harus berinvestasi.

Sekadar mengingatkan lagi, berikut ini lima langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjadi pahlawan finansial

Sisihkan dana tabungan di awal

Cara menjadi pahlawan finansial yang pertama ialah selalu menyisihkan dana di awal, lebih dahulu dari kebutuhan lainnya. Sisihkan paling tidak sebesar 20 persen dari penghasilan bulananmu. Jika penghasilan totalmu mencapai Rp 10 juta per bulan, berarti dana yang harus Anda pisahkan untuk tabungan dan investasi sebesar Rp 2 juta setiap bulan. Dana tersebut untuk Anda tabung dan investasikan secara rutin.

Ketika memisahkan uang sejak awal, Anda akan mendapatkan persepsi bahwa sisa 80 persen dari penghasilanmu adalah penghasilan Anda yang sesungguhnya. Hal Ini tentu membuat Anda berusaha untuk bijak memanfaatkan sisa uang tersebut, sehingga tabungan yang Anda punya juga tidak terganggu.

Sisihkan dalam rekening terpisah

Pahlawan finansial selalu sisihkan tabungan rutinmu ke dalam rekening terpisah. Setelah itu jauhkan akses terhadap buku tabungan atau kartu debit rekening tersebut agar Anda tidak mudah tergoda untuk menggunakan rekening tabungan tersebut.

Jika Anda mau menabung dulu, contohnya untuk mengumpulkan dana darurat yang besarnya sekitar 12 kali dari belanja bulanan Anda jika sudah memiliki keluarga dan anak (6 kali jika sudah berkeluarga tanpa memiliki anak, dan 3 kali jika masih lajang), Anda bisa memanfaatkan fasilitas tabungan auto debit kepada bank tempat Anda membuka rekening tabungan.

Fasilitas ini biasanya dinamakan tabungan berjangka. Pihak bank akan secara otomatis menarik dana tabungan setiap tanggal tertentu hingga dana tertentu tercapai. Dengan demikian, Anda tidak perlu ribet memikirkan untuk memindahkan uang ke rekening tabungan di setiap bulan.

Lindungi risiko dengan asuransi

Jangan lupa untuk melindungi diri dengan asuransi. Pahlawan finansial tidak khawatir dengan risiko yang akan terjadi sehingga menggerus dana yang telah Anda kumpulkan, sebab perusahaan asuransi akan menanggung risiko tersebut. Bahkan asuransi ini pula dapat mengantarkanmu memiliki dana dalam suatu waktu. Salah satu asuransi yang perlu Anda ikuti ialah asuransi jiwa dan kesehatan. Sebab itu perlu banget Anda memilih fitur asuransi yang tepat dan untuk membandingkannya.

Tips Aman Penyimpanan Dana Buat Kebutuhan Darurat

uang-digital
Uang Digital

Banyak orang yang lalai dalam penyimpanan dana untuk hal darurat dari perencanaan keuangannya. Padahal, seharusnya ini sangat penting dan masuk dalam prioritas. 

Secara umum, setiap keluarga sebaiknya punya saldo dana kebutuhan darurat sebesar minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Berhubung kebutuhan akan hal darurat berbeda-beda bagi setiap keluarga, maka Anda sebaiknya mengetahui kebutuhan ideal berdasarkan kondisi kehidupan saat ini.

Ada beberapa jenis aset yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menyimpan dana untuk kebutuhan darurat. Berikut ini adalah urutan yang ideal untuk beberapa penyimpanan dana tersebut.

1. Tabungan

Produk tabungan biasa sangat ideal untuk penyimpanan dana yang dikhusukan untuk hal darurat karena sangat likuid dan nilainya tidak berfluktuasi. Rendahnya suku bunga bukan menjadi hambatan, karena yang diutamakan adalah akses terhadap dana tunai. Namun, pahami juga agar jumlah dana di tabungan sebaiknya tidak melebihi kebutuhan 3 kali pengeluaran rutin bulanan.

2. Reksa dana pasar uang

Setelah saldo tabungan cukup, sarana penyimpanan dana kedua yang sangat ideal adalah reksadana pasar uang. Jenis reksa dana ini cukup aman, karena tidak fluktuatif dalam nilai. Sedangkan, secara likuiditas, reksadana pasar uang sangat mudah untuk dijual kembali.

3. Emas

Apabila jumlah dana masih berlebih, maka setelah, emas adalah sarana penyimpanan dana yang cukup ideal untuk menempatkan uang darurat. Emas dalam hal ini disarankan berbentuk logam mulia alias emas batangan. Tujuan penggunaan emas sebagai uang darurat didukung oleh kemampuan emas untuk bertahan sejalan dengan tingkat kenaikan harga alias inflasi. Selain itu, emas juga tergolong cukup likuid apalagi yang berbentuk emas batangan.

4. Deposito

Setelah tabungan dan emas, maka berikutnya adalah deposito yang dapat digunakan sebagai tempat menyimpan dana darurat. Hasil keuntungan setiap bulan dari deposito sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan digunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga digunakan untuk investasi di produk keuangan lain.

Apabila deposito dipilih sebagai sarana menyimpan dana darurat, maka Anda sebaiknya memilih tenor 1 bulan yang diperpanjang secara otomatis.

5 Tips Memilih Manajer Investasi Terbaik untuk Reksadana

uang-digital
Uang Digital

Sebagai investor pemula mungkin kamu mengalami kesulitan dalam menentukan produk reksadana.

Oleh karena itu, artikel kali ini akan memberikan tips-tips menentukan pilihan reksadana terbaik untuk mahasiswa.

Berikut ini 5 tips memilih manajer investasi terbaik buat mahasiswa:

#1 Memahami Profil dan Tujuan Investasi Kamu

Terdapat suatu istilah umum dalam berinvestasi yaitu “high risk high return” di mana semakin tinggi risikonya, semakin tinggi juga keuntungannya.

Begitu pula dengan produk reksadana. Jika kamu mau mendapatkan return yang tinggi, maka risikonya juga tinggi.

Maka dari itu kamu harus menyesuaikannya dengan profil risiko kamu.

#2 Menentukan Jangka Waktu dan Jenis Reksadana yang Sesuai

Setelah menentukan tujuan keuangan yang SMART, maka sekarang kamu sudah mengetahui berapa lama uang kamu akan diinvestasikan untuk mencapai tujuan keuangan kamu.

Jangka waktu dapat membantu kamu menentukan reksadana yang kamu pilih.

Hal itu disebabkan oleh setiap jenis reksadana memiliki jangka investasi yang direkomendasikan, sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan kamu.

Pada umumnya, untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu investasi 1-2 tahun, kamu bisa berinvestasi di reksadana pasar uang.

#3 Memilih Manajer Investasi dan Mengenali Produknya

Tips selanjutnya adalah kamu harus menentukan manajer investasi (MI) serta mengenali produknya.

Sekarang ini sudah tersedia banyak MI. Makanya, kamu tidak boleh asal pilihnya.

Hal itu karena MI sangat berperan penting dalam investasi kamu. MI yang akan mengelola investasi kamu.

#4 Menentukan Manajer Investasi (MI) yang Melayani Nasabah dengan Baik

Sebagai investor, mendapatkan pelayanan yang baik merupakan hak kamu.

Ciri-ciri perusahaan yang memberikan pelayanan yang terbaik adalah agen penjual yang ramah dan mampu menjelaskan informasi yang kamu perlukan, memberikan pelayanan yang cepat (fast response), memberikan laporan berkala, proses administrasi mudah, serta memiliki website pendukung yang selaluupdate.

#5 Membandingkan Biaya Reksadana

Terdapat biaya investasi reksadana yang harus kamu tanggung sebagai investor.

Tentunya setiap MI memberikan besaran biaya yang berbeda beda.

Oleh karena itu, kamu perlu membandingkan biaya reksadana dari 1 manajer investasi ke manajer investasi lain.

Tips Menghemat Pengeluaran di Tanggal Tua

uang-digital
Uang Digital

Apakah Anda pernah merasakan persediaan uang yang semakin tipis di tanggal-tanggal tua? Biasanya di tanggal tua keuangan sudah mulai agak macet, bahkan mencekik.

Beberapa dari Anda bahkan harus kuat menahan diri untuk tidak jajan karena memang tanggal gajian yang masih terhitung lama.

Agar kondisi keuangan seperti ini tak terjadi setiap bulan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sejak awal bulan. Tanpa perlu terlalu mengencangkan ikat pinggang, beberapa tips keuangan berikut ini bisa dicoba.

1. Pilih Transportasi Umum Gratis

Untuk Anda yang tinggal di kota besar, ada beberapa jenis transportasi yang memang disediakan pemerintah secara gratis. Jangan malu dan ragu untuk menggunakan moda transportasi ini untuk menghemat pengeluaran. Jika di daerah Anda belum bisa ditemukan transportasi umum yang gratis, minimalkan pengeluaran dengan menggunakan satu jenis transportasi yang bisa berbagi membayarnya bersama rekan kantor yang satu arah.

2. Bawa Kopi dari Rumah

Tanpa disadari, kebiasaan minum kopi saat berada di kantor menjadi salah satu pengeluaran yang cukup menguras tabungan. Tidak ada salahnya jika Anda menyiapkan sendiri kopi dari rumah dan dimasukkan ke dalam tumbler agar tetap hangat saat sampai di tempat tujuan. Selain menghemat pengeluaran, tentunya Anda juga lebih bisa bebas berkreasi untuk mendapatkan rasa yang pas di lidah.

3. Sarapan

Tidak berbeda jauh dengan membawa kopi, sarapan juga akan menghemat pengeluaran Anda. Tidak jarang Anda akan menjadi lebih loyal untuk membeli banyak jenis makanan saat melihat varian menu sarapan yang berlimpah di kantor. Bandingkan jika Anda telah terlebih dahulu sarapan di rumah, sehingga perut pun terasa sudah lebih kenyang dan tidak tertarik lagi untuk jajan.

4. Pintar-Pintar Pilih Promo

Meski irit, tapi janganlah pelit. Satu hal yang dapat Anda lakukan saat tanggal tua sudah menerjang adalah dengan memanfaatkan promo sebaik mungkin. Banyak cara yang bisa dipilih untuk mendapatkan promo terbaik, mulai dari langsung mencari dari restoran yang biasa Anda kunjungi atau menggunakan aplikasi pendukung yang akan memberikan keuntungan dengan mengurangi nilai transaksi Anda.

4 Cara Membayar Denda Kartu Kredit

uang-digital
Uang Digital

Berani menggunakan berhutang, berani pula menanggung segala risiko yang timbul. Salah satunya adalah denda yang bisa disebabkan karena berbagai hal. 

Contohnya telat membayar, pemakaian yang melebihi batas, atau kebiasaan membayar tagihan di jumlah minimum.

Berikut cara menghilangkan denda kartu kredit :

1. Pastikan tanggal pembayaran jatuh tempo di hari libur

Deadline pembayaran denda kartu kredit biasanya 12 hari kerja atau sekitar 2 minggu setelah tagihan keluar. Secara keseluruhan ditambah dengan akhir pekan, maka totalnya tanggal batas pembayaran sekitar 16-17 hari setelah tagihan keluar.

2. Pastikan jumlah tagihan dibayar sesuai dengan jumlah tagihan

Jangan karena pembayaran sudah jatuh tempo, Anda jadi terburu-buru ingin membayar. Hal ini justru berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan, sehingga jumlah yang dibayarkan tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya. 

Awalnya berharap bisa membayar tagihan secara penuh agar lunas, karena terburu-buru, bisa saja mata salah lihat, akhirnya jumlah yang dibayar pun tidak sesuai atau lebih kecil dari tagihan. Mau tidak mau, Anda harus membayar sisa denda kartu kredit di tagihan bulan berikutnya beserta tagihan baru bila ada.

3. Lunasi denda lebih cepat sebelum tanggal cetak tagihan

Memangnya bisa? Tentu saja bisa. Pembayaran tagihan tidak melulu menunggu tanggal cetak tagihan keluar.

Anda pun bisa membayarnya 1 atau 2 hari setelah transaksi jika memang ternyata sudah ada dana untuk membayarnya. Tentu saja, semakin cepat cicilan dibayar, semakin cepat pula utang lunas.

4. Jangan pernah lupa, catat tanggal jatuh tempo pembayaran setiap bulannya

Guna menghindari terlambat atau lupa bayar, catatlah kapan Anda akan membayar cicilan atau tagihan di setiap bulannya. Tetapkan pembayaran di hari kerja dan bertepatan pada tanggal muda atau begitu menerima gaji.

Jadi, satu hari setelah gajian tiba, Anda bisa segera membayar utang agar uangnya tidak terpakai untuk keperluan lain. Cara ini akan sangat membantu, terutama bila tagihan yang perlu dibayarkan lebih dari satu.

Supaya lebih mudah lagi, Anda bisa mencoba sistem auto-debit. Di mana pembayaran akan dihubungkan secara langsung dengan kartu debit milik Anda. Apabila tanggal pembayaran sudah tiba, uang akan terpotong secara otomatis dari rekening Anda.

5 Tips Nabung Uang Receh Ini Wajib Kamu Tahu!

uang-digital
Uang Digital

Seringkali kita menganggap uang kecil itu kurang praktis jika dibawa ke mana-mana karena nominalnya yang kecil dan perlu jumlah yang banyak untuk mencapai nominal yang lumayan besar. Apalagi di zaman uang digital. Akibatnya, banyak kalangan yang tak merasa nyaman dengan memegang uang kecil dan lebih suka melakukan transaksi online saja. Sementara, uang tersebut juga biasa kita geletakkan begitu saja.

Padahal bila ditabung dengan benar, lama-lama jumlahnya akan besar dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Nah, berikut 5 tips yang bisa kamu terapkan ketika nabung uang receh, yuk kita simak!

1. Nabung Uang Receh sesuai dengan pecahan yang ditentukan

Pexels/Lukas

Hal pertama yang perlu dilakukan otomatis kamu perlu menentukan nominal yang akan kamu tabung. Apakah Rp 1.000, Rp 2.000 atau Rp 5.000? Semua itu diusahakan tidak membebani dirimu. Nah setelah kamu sudah memutuskan berapa nominal uang yang akan kamu tabung, mulailah konsisten untuk menabung.

2. Pisahkan tabungan berdasarkan nominalnya

Nah kalau kamu merasa uang kamu banyak dan kurang bisa dimanfaatkan, cobalah tabung sesuai nominalnya. Misalnya kamu mempunyai nabung uang receh Rp 2.000 dan Rp 5.000 nah kamu pisahkan keduanya dan tabung di tempat berbeda. Lakukan konsisten dan hanya tabung dengan nominal uang yang sama saja di antara keduanya, jangan disatukan dan biarkan kedua nominal itu disimpan di suatu tempat yang aman.

3. Jadikan uang kembalian sebagai uang tabungan yang tak boleh digunakan

Ketika sedang berbelanja, kamu pasti akan mendapatkan uang kembalian yang berbentuk recehan. Nah uang recehan ini jangan kamu gunakan untuk apapun cukup tabung saja, dengan begitu tabunganmu akan segera penuh.

Namun lakukan hal ini ketika keuanganmu dalam kondisi baik. Jika tidak, jangan dipaksakan. Penuhi kebutuhan primermu dahulu barulah setelah itu pikirkan tentang menabung dan kebutuhan sekunder lainnya.

4. Buat jangka waktu untuk tabungan

Nah agar uang yang kamu tabung berkumpul dengan nominal yang cukup banyak tentunya kamu perlu jangka waktu. Tentukan sampai kapan kamu menabung apakah setahun atau dua tahun misalnya. Lalu setelah itu bersikaplah konsisten ketika menabung dan jangan lupa untuk menempelkan waktu kapan tabungan tersebut akan dibuka. Dengan begitu tentunya kamu akan mendapatkan uang tabungan yang bisa memenuhi kebutuhanmu, bahkan uang ini bisa kamu gunakan saat darurat.

5 Cara Kelola Keuangan Walau Gaji Pas-Pasan

uang-digital
Uang Digital

Berapa kali dalam sebulan kamu belanja online? Seberapa sering kamu hangout untuk sekadar minum kopi dan makan mahal bersama temen-temen? Hidup di era yang digital memang memiliki banyak godaan. Sedang browsing malah ada iklan online shop masuk, sedang tidak ingin jajan tapi malah ada tawaran cashback.

Kalau kamu termasuk dalam kelas menengah di Indonesia yang memiliki banyak kebutuhan dan keinginan, tetapi penghasilannya cukup terbatas. Kebiasaan untuk tidak menyisihkan uang di awal gajian akan berakibat uang tidak lagi bersisa di akhir bulan. Di era yang serba komsumtif ini, lalu bagaimana cara agar tetap bisa menjaga keuangan tetap sehat? Ini dia tips kelola keuangan agar tetap bisa menabung !

1. Pastikan pengeluaran tidak lebih besar dari penghasilan

Kelola keuangan bisa dimulai dengan menelaah kembali daftar kebutuhan dan belanja lainnya dalam kurun waktu sebulan. Coba dicek kembali apakah totalnya tidak melebihi dari pendapatan kamu, atau justru sebaliknya? Jika ternyata itu melebihi pendapatan kamu, lebih baik kamu mulai memotong anggaran kebutuhan atau keinginan yang tidak terlalu penting, seperti belanja pakaian misalnya.

2. Pastikan utang cicilan maksimal 30% dari gaji

Kalau kamu punya kewajiban membayar cicilan setiap bulan, pastikan barang yang kamu cicil adalah barang yang memiliki nilai investasi. Selain itu, jangan juga mengambil cicilan barang yang setiap bulannya harus kamu bayar lebih dari 30% dari gaji yang diterima. Kelola keuangan kamu dengan membeli barang-barang bernilai investasi.

3. Punya dana darurat dengan jumlah tiga kali pengeluaran bulanan

Kalau kamu setiap bulannya mendapatkan gaji sekitar lima juta dan pengeluaran bulanan kamu sekitar tiga juta dalam sebulan, pastikan untuk menyisihkan uang sekitar sembilan juta di setiap tahunnya. Dana darurat ini di luar tabungan yang biasa kamu anggarkan ya, dan kamu bisa menggunakannya untuk keperluan yang memang mendesak misalnya untuk biaya rumah sakit dan perbaikan lainnya. Kelola keungan bisa dilakukan dengan memikirkan kondisi jangka panjang.

4. Miliki tabungan dan investasi masa depan

Selain mempersiapkan dana darurat, kamu harus rutin menabung setiap bulannya paling tidak lima belas persen dari total gaji atau pendapatanmu. Jika kamu masih memiliki sisa uang lebih, ada baiknya digunakan uang tersebut untuk investasi di masa depan, misalnya dengan membeli tanah atau perhiasan. Kamu juga bisa coba berinvestasi di reksadana lho. Investasi sangat membantu dalam kelola keuangan yang dimiliki.