4 Cara Membayar Denda Kartu Kredit

uang-digital
Uang Digital

Berani menggunakan berhutang, berani pula menanggung segala risiko yang timbul. Salah satunya adalah denda yang bisa disebabkan karena berbagai hal. 

Contohnya telat membayar, pemakaian yang melebihi batas, atau kebiasaan membayar tagihan di jumlah minimum.

Berikut cara menghilangkan denda kartu kredit :

1. Pastikan tanggal pembayaran jatuh tempo di hari libur

Deadline pembayaran denda kartu kredit biasanya 12 hari kerja atau sekitar 2 minggu setelah tagihan keluar. Secara keseluruhan ditambah dengan akhir pekan, maka totalnya tanggal batas pembayaran sekitar 16-17 hari setelah tagihan keluar.

2. Pastikan jumlah tagihan dibayar sesuai dengan jumlah tagihan

Jangan karena pembayaran sudah jatuh tempo, Anda jadi terburu-buru ingin membayar. Hal ini justru berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan, sehingga jumlah yang dibayarkan tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya. 

Awalnya berharap bisa membayar tagihan secara penuh agar lunas, karena terburu-buru, bisa saja mata salah lihat, akhirnya jumlah yang dibayar pun tidak sesuai atau lebih kecil dari tagihan. Mau tidak mau, Anda harus membayar sisa denda kartu kredit di tagihan bulan berikutnya beserta tagihan baru bila ada.

3. Lunasi denda lebih cepat sebelum tanggal cetak tagihan

Memangnya bisa? Tentu saja bisa. Pembayaran tagihan tidak melulu menunggu tanggal cetak tagihan keluar.

Anda pun bisa membayarnya 1 atau 2 hari setelah transaksi jika memang ternyata sudah ada dana untuk membayarnya. Tentu saja, semakin cepat cicilan dibayar, semakin cepat pula utang lunas.

4. Jangan pernah lupa, catat tanggal jatuh tempo pembayaran setiap bulannya

Guna menghindari terlambat atau lupa bayar, catatlah kapan Anda akan membayar cicilan atau tagihan di setiap bulannya. Tetapkan pembayaran di hari kerja dan bertepatan pada tanggal muda atau begitu menerima gaji.

Jadi, satu hari setelah gajian tiba, Anda bisa segera membayar utang agar uangnya tidak terpakai untuk keperluan lain. Cara ini akan sangat membantu, terutama bila tagihan yang perlu dibayarkan lebih dari satu.

Supaya lebih mudah lagi, Anda bisa mencoba sistem auto-debit. Di mana pembayaran akan dihubungkan secara langsung dengan kartu debit milik Anda. Apabila tanggal pembayaran sudah tiba, uang akan terpotong secara otomatis dari rekening Anda.

5 Tips Nabung Uang Receh Ini Wajib Kamu Tahu!

uang-digital
Uang Digital

Seringkali kita menganggap uang kecil itu kurang praktis jika dibawa ke mana-mana karena nominalnya yang kecil dan perlu jumlah yang banyak untuk mencapai nominal yang lumayan besar. Apalagi di zaman uang digital. Akibatnya, banyak kalangan yang tak merasa nyaman dengan memegang uang kecil dan lebih suka melakukan transaksi online saja. Sementara, uang tersebut juga biasa kita geletakkan begitu saja.

Padahal bila ditabung dengan benar, lama-lama jumlahnya akan besar dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Nah, berikut 5 tips yang bisa kamu terapkan ketika nabung uang receh, yuk kita simak!

1. Nabung Uang Receh sesuai dengan pecahan yang ditentukan

Pexels/Lukas

Hal pertama yang perlu dilakukan otomatis kamu perlu menentukan nominal yang akan kamu tabung. Apakah Rp 1.000, Rp 2.000 atau Rp 5.000? Semua itu diusahakan tidak membebani dirimu. Nah setelah kamu sudah memutuskan berapa nominal uang yang akan kamu tabung, mulailah konsisten untuk menabung.

2. Pisahkan tabungan berdasarkan nominalnya

Nah kalau kamu merasa uang kamu banyak dan kurang bisa dimanfaatkan, cobalah tabung sesuai nominalnya. Misalnya kamu mempunyai nabung uang receh Rp 2.000 dan Rp 5.000 nah kamu pisahkan keduanya dan tabung di tempat berbeda. Lakukan konsisten dan hanya tabung dengan nominal uang yang sama saja di antara keduanya, jangan disatukan dan biarkan kedua nominal itu disimpan di suatu tempat yang aman.

3. Jadikan uang kembalian sebagai uang tabungan yang tak boleh digunakan

Ketika sedang berbelanja, kamu pasti akan mendapatkan uang kembalian yang berbentuk recehan. Nah uang recehan ini jangan kamu gunakan untuk apapun cukup tabung saja, dengan begitu tabunganmu akan segera penuh.

Namun lakukan hal ini ketika keuanganmu dalam kondisi baik. Jika tidak, jangan dipaksakan. Penuhi kebutuhan primermu dahulu barulah setelah itu pikirkan tentang menabung dan kebutuhan sekunder lainnya.

4. Buat jangka waktu untuk tabungan

Nah agar uang yang kamu tabung berkumpul dengan nominal yang cukup banyak tentunya kamu perlu jangka waktu. Tentukan sampai kapan kamu menabung apakah setahun atau dua tahun misalnya. Lalu setelah itu bersikaplah konsisten ketika menabung dan jangan lupa untuk menempelkan waktu kapan tabungan tersebut akan dibuka. Dengan begitu tentunya kamu akan mendapatkan uang tabungan yang bisa memenuhi kebutuhanmu, bahkan uang ini bisa kamu gunakan saat darurat.

5 Cara Kelola Keuangan Walau Gaji Pas-Pasan

uang-digital
Uang Digital

Berapa kali dalam sebulan kamu belanja online? Seberapa sering kamu hangout untuk sekadar minum kopi dan makan mahal bersama temen-temen? Hidup di era yang digital memang memiliki banyak godaan. Sedang browsing malah ada iklan online shop masuk, sedang tidak ingin jajan tapi malah ada tawaran cashback.

Kalau kamu termasuk dalam kelas menengah di Indonesia yang memiliki banyak kebutuhan dan keinginan, tetapi penghasilannya cukup terbatas. Kebiasaan untuk tidak menyisihkan uang di awal gajian akan berakibat uang tidak lagi bersisa di akhir bulan. Di era yang serba komsumtif ini, lalu bagaimana cara agar tetap bisa menjaga keuangan tetap sehat? Ini dia tips kelola keuangan agar tetap bisa menabung !

1. Pastikan pengeluaran tidak lebih besar dari penghasilan

Kelola keuangan bisa dimulai dengan menelaah kembali daftar kebutuhan dan belanja lainnya dalam kurun waktu sebulan. Coba dicek kembali apakah totalnya tidak melebihi dari pendapatan kamu, atau justru sebaliknya? Jika ternyata itu melebihi pendapatan kamu, lebih baik kamu mulai memotong anggaran kebutuhan atau keinginan yang tidak terlalu penting, seperti belanja pakaian misalnya.

2. Pastikan utang cicilan maksimal 30% dari gaji

Kalau kamu punya kewajiban membayar cicilan setiap bulan, pastikan barang yang kamu cicil adalah barang yang memiliki nilai investasi. Selain itu, jangan juga mengambil cicilan barang yang setiap bulannya harus kamu bayar lebih dari 30% dari gaji yang diterima. Kelola keuangan kamu dengan membeli barang-barang bernilai investasi.

3. Punya dana darurat dengan jumlah tiga kali pengeluaran bulanan

Kalau kamu setiap bulannya mendapatkan gaji sekitar lima juta dan pengeluaran bulanan kamu sekitar tiga juta dalam sebulan, pastikan untuk menyisihkan uang sekitar sembilan juta di setiap tahunnya. Dana darurat ini di luar tabungan yang biasa kamu anggarkan ya, dan kamu bisa menggunakannya untuk keperluan yang memang mendesak misalnya untuk biaya rumah sakit dan perbaikan lainnya. Kelola keungan bisa dilakukan dengan memikirkan kondisi jangka panjang.

4. Miliki tabungan dan investasi masa depan

Selain mempersiapkan dana darurat, kamu harus rutin menabung setiap bulannya paling tidak lima belas persen dari total gaji atau pendapatanmu. Jika kamu masih memiliki sisa uang lebih, ada baiknya digunakan uang tersebut untuk investasi di masa depan, misalnya dengan membeli tanah atau perhiasan. Kamu juga bisa coba berinvestasi di reksadana lho. Investasi sangat membantu dalam kelola keuangan yang dimiliki.

5 Cara Sehatkan Keuangan Biar Tak Bokek Terus

uang-digital
Uang Digital

Bukan hanya manusia, kondisi keuangan seseorang juga bisa sakit. Ketika pendapatan tidak cukup untuk membayar tagihan dan kebutuhan hidup, itu artinya keuangan sedang sakit. Ketika Anda lebih banyak jajan daripada menabung, artinya keuangan sedang sakit.

Tanda keuangan sehat ada 3. Pertama, Anda tidak (atau sedikit) khawatir akan masalah finansial. Kedua, Anda sudah memiliki dasar yang konsisten untuk pengeluaran termasuk membayar utang dan pengeluaran darurat. Ketiga, Anda bisa memperkirakan masa depan keuangan.

Supaya bisa sehatkan keuangan, coba beberapa tips keuangan berikut ini,

1. Cek seberapa sakit keuangan Anda dan Segera Sehatkan Keuangan Anda

Langkah pertama adalah identifikasi penyakit keuangan. Kalau kesusahan bayar tagihan karena lebih besar dari pendapatan, usahakan fokus menabung untuk membayar tagihan.

Jika belum cukup, Anda bisa memanfaatkan pinjaman jangka panjang. Ambil yang bunganya rendah dan bisa di bayar sesuai dengan pendapatan. Segera bayar tagihan darurat tersebut dan mulailah mencicil utang yang baru dengan rutin.

Bila penyakit keuangan Anda adalah konsumsi, tekan anggaran belanja, jangan beli bahan makanan yang hanya akan menumpuk di kulkas saja. Pun, jangan terlalu sering makan di luar.

2. Tentukan prinsip sehatkan keuangan yang jelas

Ada istilah dalam bahasa Inggris living within your means. Artinya, hidup dengan pengeluaran yang lebih kecil dari pendapatan. Kenyataannya, hanya sedikit yang bisa menerapkan prinsip ini untuk sehatkan keuangan.

Jika ingin keuangan sehat, jangan hanya sekedar menerapkan prinsip dan mengestimasi pengeluaran. Pergilah ke bank dan minta catatan pemasukan dan pengeluaran di rekening untuk melacak seberapa boros Anda kemarin.

3. Tentukan dana darurat

Hanya sedikit dari kita yang ingat untuk menyisihkan uang darurat. Dana ini akan membantu ketika ada hal diluar dugaan kita, misalnya harga bahan pokok berubah, tagihan listrik bertambah karena pemakaian, ada barang yang rusak dan harus diperbaiki dan lainnya.

Jika tidak ada hal darurat terjadi, dana tersebut bisa tetap disimpan menjadi uang  darurat atau disimpan sebagai tabungan. Tapi ingat, jangan simpan dana darurat sebagai investasi, karena dana ini harus bisa diambil ketika ada sesuatu diluar rencana terjadi.

3 Tipe Asuransi yang Wajib Kamu Miliki

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Hingga saat ini, asuransi masih sering dianggap sebelah mata oleh masyarakat Indonesia. Meski sifatnya melindungi berbagai risiko keuangan yang mengintai pribadi dan keluarga, masih banyak masyarakat kita yang belum memahami pentingnya kegunaan asuransi. Kesadaran masyarakat kita akan pengertian dan jenis-jenis asuransi sendiri masih sangat minim.

Tipe asuransi dikelompokkan sesuai dengan risiko yang ditanggung sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Hal ini sebagai antisipasi potensi kerugian perusahaan asuransi, dan sebagai penetapan tingkat premi yang sesuai dengan tipe asuransi.

Apa saja tipe asuransi di Indonesia? Berikut ulasannya:

1. Asuransi Jiwa

Ini adalah tipe asuransi pertama yang kamu prioritaskan. Asuransi satu ini sangat penting bagi kepala keluarga yang mencari nafkah keluarga. Bisa suami atau istri, tergantung siapa pencari nafkah utamanya. Tipe asuransi jiwa hanya diikuti satu orang, dengan uang pertanggungan yang akan dinikmati ahli waris (istri dan anak-anak) jika pencari nafkah meninggal.

Asuransi jiwa merupakan macam asuransi yang bisa dibeli atas kepentingan sendiri (mengatasnamakan tertanggung saja) atau bisa juga untuk kepentingan orang ketiga. Seperti halnya orang tua yang mengasuransikan diri terhadap pasangannya, atau pada keluarga kecilnya termasuk anaknya.

2. Asuransi Kesehatan

Selanjutnya asuransi kesehatan menjadi prioritas kedua untuk mengurangi risiko jika keluarga dan anak dalam keadaan sakit, terutama sakit keras seperti jantung, diabetes, dan lain-lain

Perlindungan yang diberikan pada tipe asuransi ini, akan lebih menjamin kesehatan tertanggung dengan mengklaim biaya atas segala pengobatannya saat jatuh sakit. Asuransi ini termasuk macam asuransi di Indonesia yang dapat dibeli untuk kepentingan pembeli premi saja ataupun orang ketiga.

Kesehatan merupakan salah satu kunci terpenting dalam menjalankan berbagai aspek usaha, hal ini menjadi keutamaan asuransi kesehatan. Seringkali biaya kesehatan tidak menjadi prioritas utama dan dialokasikan sebagai pengeluaran yang tak terduga.

3. Asuransi Pendidikan

Pendidikan merupakan kunci untuk masa depan yang lebih terjamin, terutama untuk pendidikan anak. Pentingnya tingkat pendidikan yang akan dipertimbangkan, juga ikut menentukan premi asuransi yang diambil pada setiap perusahaan asuransi. Lemahnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor tingginya biaya pendidikan terhadap mata uang asing, seiring dengan pertumbuhan anak yang bisa dibilang merupakan investasi seumur hidup. Tak heran, macam asuransi ini atau disebut sebagai education insurance menjadi pilihan asuransi yang diprioritaskan oleh para orang tua.

5 Tips Untuk Mengatur Gaji Bulanan

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Tidak sedikit orang yang merasa kurang dengan gaji yang mereka peroleh, bahkan ketika sudah mendapatkan gaji dengan nominal yang cukup besar. Kebutuhan semakin meningkat dan akhirnya gaji hanya lewat begitu saja.

Banyak orang yang masih menyepelekan masa depan finansial, bahkan beranggapan jika mendapat gaji bulanan maka keuangan masih aman tanpa harus mengatur gaji.

Selain itu, masih banyak juga yang mengalami kasus, jika makin besar pendapatan justru semakin sulit untuk menabung. Bahkan sama saja ketika menerima gaji pas-pasan, sering berhutang karena uang habis sebelum tanggal gajian tiba.

Berikut ini adalah kiat mengatur gaji dengan bijak yang bisa Anda praktikkan 

1. Siapkan Anggaran

Buatlah anggaran di awal bulan. Anggaran tersebut meliputi anggaran primer dan anggaran  sekunder. Anggaran primer merupakan kebutuhan penting seperti biaya makan, transport, dan parkir. Sedangkan anggran kebutuhan sekunder meliputi kebutuhan dadakan seperti servis motor, liburan dan membeli pakaian. Membagi dengan cara tersebut kamu bisa mengatur gaji lebih efisien karena sudah terencana dengan baik.

2. Membayar Hutang/Cicilan

Poin kedua ini adalah hal yang paling penting saat mengatur gaji. Jangan sekali-sekali menunda cicilan atau hutang yang anda punya. Sebaiknya, kita harus menjauhkan diri dari hutang atau cicilan ini. Berhutanglah jika Anda benar-benar memiliki hal mendesak untuk segera dibayarkan.

3. Membuat 2 Rekening

Siasati gaji Anda dengan membuat dua rekening tabungan.
Satu rekening digunakan khusus untuk pengeluaran yang sudah dianggarkan dan satu lagi untuk rekening tabungan. Mau sesedikit apapun, kita harus tetap mengusahakan untuk menabung.

4. Membandingkan Anggaran dengan Kenyataan

Nah, ini saatnya kita membandingkan anggaran yang sudah kita buat dengan kenyataan yang ada. Karena dari kenyataan ini kita bisa mengerti di bagian mana kita mengeluarkan terlalu banyak uang. Hal ini bisa membuat kita lebih cermat dalam mengatur gaji bulanan kita. Anda bisa mulai mengatur ulang anggaran sesuai dengan kenyataan.

5. Belanja Sesuai Kebutuhan

Untuk beberapa orang ini merupakan hal yang cukup sulit. Khususnya yang tinggal di kota besar, banyak hal yang memanjakan mata dan pastinya menggoda untuk dibeli. Bukan berarti shopping itu salah, tapi belanja lah sesuai kebutuhan dan jangan sampai melebihi anggaran yang telah Anda buat. Beli lah sesuatu yang berguna untuk Anda.

Lakukan 3 Hal Ini Ketika Anda Akan Pensiun Dini !

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Apakah Anda berniat untuk pensiun dini sebagai pengusaha? Anda perlu melakukan persiapan finansial dari sekarang. Ada beberapa persiapan finansial pascapensiun yang harus Anda pikirkan dan siapkan sebelum memutuskan untuk berhenti dari dunia kerja.

Sebelum pensiun, Anda harus meyakinkan diri dan keluarga Anda (jika yang sudah berkeluarga). Bicarakan terlebih dahulu mengenai keputusan Anda kepada mereka. Pasalnya, akan ada yang berubah dari segi keuangan setelah pensiun dini.

Namun, ternyata pensiun dini bukan berarti Anda tidak bisa menghasilkan uang lagi untuk keperluan hidup lho. Anda dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri setelah pensiun dini dengan cara berikut:

1. Kontrol pengeluaran Anda

Ini mungkin salah satu saran yang sering Anda dengar dan sepertinya solusi yang jelas untuk pensiun dini. Semakin sedikit Anda berbelanja, semakin banyak uang yang dapat Anda investasikan atau tabung. Selain itu, Anda bakal mulai terbiasa dengan gaya hidup yang jauh lebih terjangkau, membuatnya lebih mudah dicocokkan ketika Anda berhenti menjadi pengusaha.

2. Hemat dengan cara yang pintar

Setelah memotong pengeluaran, Anda memiliki lebih banyak uang. Masukkan uang tersebut ke dalam rekening tabungan berbunga tinggi dan Anda dapat mengontrol pengeluarannya.

Begini cara kerjanya: Jika Anda menghemat 1 persen dari penghasilan Anda, Anda perlu waktu sekitar 99 tahun untuk memiliki cukup tabungan untuk membayar biaya satu tahun. Namun, menabung 10 persen dari penghasilan akan membawa Anda sembilan tahun, sedangkan menabung 50 persen hanya akan membawa Anda satu tahun. Jadi, simpan sebanyak mungkin yang Anda bisa untuk mencapai titik di mana anda bisa melakukan pensiun dini.

3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berpikiran sama

Jika teman-teman Anda senang keluar, menghabiskan uang, dan membeli barang-barang yang cukup mahal, kemungkinan besar Anda akan terbawa ke dalam gaya hidup itu juga.

Jadi, pilihlah teman dengan bijak, dan teman Anda akan membantu upaya Anda untuk mempersiapkan kebebasan finansial, bukan menghalangi Anda. Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan Anda dan memiliki tujuan yang sama akan sangat membantu Anda tetap pada jalan menuju kebebasan finansial.

3 Cara Membayar Tagihan Tanpa Denda

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Selama liburan lalu, Anda telah cukup memakai kartu kredit kesayangan untuk memenuhi berbagai macam keperluan liburan, seperti tiket pesawat dan membayar hotel. 

Namun, memiliki kartu kredit bukan berarti Anda bisa jor-joran belanja atau memakainya sesuka hati. Anda harus mengetahui sejumlah aturan main agar bisa menghindari denda. Agar terhindar dari bunga dan denda, pastikan Anda memiliki dana untuk membayar penuh tagihan sebelum tanggalnya.

Sayangnya kadang pemegang kartu lupa, apalagi pemegang pemula, karena masih mengalami euphoria dengan kartu yang dimiliki. Berikut ini adalah empat cara jitu agar Anda dapat menghindari denda :

1.Catat tanggal penagihan kartu kredit

Biasanya setiap bank telah menentukan tanggal jatuh tempo 15 hari setelah tanggal cetak transaksi. Untuk menghindari denda, Anda harus melakukan pembayaran sebelum tanggal yang telah ditentukan. Pembayaran yang dilakukan setelah jatuh tempo akan dikenakan denda keterlambatan. Perlu diketahui membayar tagihan pada saat-saat terakhir, akan sangat berisiko dan membuat Anda tidak tenang, terutama bila Anda juga memiliki sejumlah kesibukan yang cukup padat sepanjang hari. Untuk itu, selalu hindari membayar tagihan tepat pada tanggalnya. Coba bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus Anda kerjakan secara mendadak dan membuat Anda tidak sempat untuk membayar tagihan tersebut, maka bisa dipastikan sejumlah denda keterlambatan akan menghiasi tagihan Anda di bulan depan. Pastikan tidak pernah menunggu tanggal pembayaran, bayar sesegera mungkin setelah tanggal cetak tiba dan Anda mengetahui jumlah tagihanmu.

2.Pastikan jumlahnya tepat

Jangan membayar tagihan dengan buru-buru atau tergesa-gesa, karena hal ini akan berisiko menimbulkan sejumlah ketidak telitian dalam pembayaran. Terutama jika Anda membayarnya melalui mesin ATM yang memiliki antrean cukup panjang. Lakukan pembayaran dengan rileks. Pastikan semua tagihan terbayarkan, bahkan hingga nominal terkecil sekalipun karena bank tetap akan mengenakan bunga jika Anda meninggalkan satu rupiah tagihan di dalam kartu Anda.

3.Buat jadwal pembayaran

Ingat bikin jadwal kegiatan saat Anda sekolah dan kuliah? Strategi membuat jadwal ini bisa Anda praktikkan. Ada baiknya Anda melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk disiplin dan tersistem dalam melakukan pembayaran seperti membayar tagihan listrik dan air setiap bulannya. Tentukan tanggal yang tepat dan berselang beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo, lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya. Cara ini perlu dilakukan jika  sedang memiliki tagihan rutin seperti cicilan 0 persen. Sangat mudah dilakukan dan Anda tidak akan keteteran saat akan membayar tagihan setiap bulannya. 

5 Penyebab Hutang yang Harus Diwaspadai

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Hutang memang bukan suatu hal yang baik jika dimiliki. Namun tetap saja, dalam keadaan terdesak, sering kali hutang merupakan satu-satunya solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan.

Akan tetapi, di samping memenuhi kebutuhan hidup, ada juga yang bukan disebabkan oleh keterpaksaan.

Karena itu, ada baiknya Anda mengetahui lebih dulu apa saja penyebab hutang yang paling sering dialami. Di antaranya adalah:

#1 Tidak Memiliki Dana Cadangan

Saat suatu hal yang tidak diduga terjadi seperti kecelakaan, sebenarnya Anda bisa menggunakan dana darurat untuk mengantisipasi hal tersebut.

Namun, jika Anda termasuk tipe yang tidak memiliki dana cadangan, mau tidak mau Anda harus mencari hutang untuk menghadapi hal tersebut. Penyebab hutang ini biasanya dialami oleh orang-orang yang belum melek secara finansial.

#2 Menyukai Pembayaran Kredit

Banyak ibu rumah tangga yang menyukai pembayaran dengan kartu kredit. Dengan adanya kartu kredit, siapa saja bisa melakukan pembayaran kredit.

Padahal meskipun sepertinya terlihat lebih murah karena bisa dicicil, pembayaran kredit bisa memberikan kerugian dalam jangka panjang. Tak heran hal ini menjadi salah satu penyebab hutang.

Misalnya kesulitan mengontrol jumlah transaksi, penumpukan hutang bila tagihan awal tidak segera dilunasi, dan juga bunga kredit yang terus berjalan bersama dengan dendanya selama belum dilunasi.

#3 Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif bisa menjadi suatu hal penyebab hutang. Jika suatu barang belum mampu Anda beli, sebaiknya Anda menunda pembeliannya sampai Anda beanr-benar mampu membelinya.

Jangan membeli sesuatu hanya untuk mengejar gengsi dan gaya hidup saja.

#4 Punya Sifat Tidak Enakan

Rasa tidak enak untuk menolak ajakan teman juga bisa menjadi penyebab hutang juga. Padahal, meskipun Anda telah memaksakan diri untuk mengikuti ajakan teman, tetap saja Anda akan merasa tidak enak karena kebingungan dengan hutang harus Anda bayar nantinya.

#5 Tertimpa Musibah

Adanya musibah bencana alam atau kebakaran dapat memberikan banyak kerugian. Seperti kehilangan harta benda, anggota keluarga, nyawa, dan lain-lainnya

#6 Bisnis Jatuh

Membangun bisnis tidak mungkin bisa dilakukan dalam satu malam saja. Ada banyak usaha dan dana yang harus mereka keluarkan. Karena itu, sangat dimaklumi jika seorang pengusaha pun juga memiliki hutang dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini menjadi penyebab yang sangat wajar bagi bisnis.

3 Cara Cepat Melunasi Hutang

cara-kirim-uang
Cara Kirim Uang

Hutang bisa dibilang adalah suatu hal yang hampir dimiliki oleh setiap orang. Akan tetapi, jika tidak segera dilunasi, hutang kecil sekalipun dapat menyebabkan masalah yang cukup besar. Lalu bagaimana cara yang tepat untuk melunasi hutang ?

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti tidak asing dengan kata utang. Mungkin hampir semua orang pernah berutang karena suatu alasan. Tidak masalah berutang asalkan sanggup membayar sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Cara cepat melunasi hutang dalam 1 hari sebenarnya bisa saja jika hutang yang Anda miliki terbilang tidak terlalu besar.  Jika Anda memang ingin melunasinya dalam waktu 1 hari, Anda bisa menjual atau menggadaikan barang yang Anda miliki demi membayar hutang. Misalnya barang-barang seperti emas, handphone,perhiasan, atau bahkan rumah Anda. Tentu saja cara ini berisiko, tapi jika memang benar-benar mendesak, tidak ada salahnya mempertimbangkan hal ini sebagai salah satu solusinya. Apabila cukup besar maka anda perlu menambah waktunya.

Jika hutang terlalu besar, maka Anda perlu menerapkan strategi untuk mengurangi hutang Anda sedikit demi sedikit terlebih dulu, misalnya dengan beberapa cara berikut ini:

#1 Buat Anggaran

Demi melunasi hutang, Anda perlu membuat anggaran yang sangat jelas. Tentukan berapa penghasilan dan pengeluaran bulanan Anda dan cek kategori setiap pengeluaran.

Lalu, buatlah perkiraan kategori mana saja yang bisa Anda pangkas dan alihkan untuk membayar hutang. Dengan demikian Anda sudah mempersiapkan dana untuk melunasinya sebelum membeli kebutuhan-kebutuhan lainnya.

#2 Lunasi Hutang yang Paling Besar Terlebih Dahulu

Semakin lama Anda melunasi hutang, maka akan semakin besar juga bunga yang harus dibayarkan. Karena itu, pilihlah hutang yang paling besar terlebih dahulu, dan segera lunasi hutangnya.

Akan tetapi, jika memang dana Anda hanya cukup membayar hutang kecil, tidak masalah juga. Yang terpenting adalah bagaimana mengurangi hutang Anda dan meringankan beban finansial yang Anda punya.

#3 Ubah Kebiasaan

Gaya hidup dapat menjadi sumber hutang bagi kebanyakan orang. Keasyikan menggunakan kartu kredit tanpa memantau pengeluaran juga bisa menyebabkan masalah yang cukup besar. Karena itu, untuk bisa segera melunasi hutang, pastikan Anda mengurangi dan mengubah kebiasaan konsumtif Anda. Sebagai contoh, Anda bisa memulai dengan mengurangi konsumsi makanan di restoran mahal dan beralih ke warteg untuk penghematan.